Linux Mint merupakan salah satu pilihan terbaik bagi pemula yang ingin beralih dari sistem operasi Windows. Linux Mint juga dirancang untuk dapat dipasang bersama sistem operasi lain dan dapat secara otomatis mengatur sebuah lingkungan "dual boot" atau "multi boot" (sehingga ketika komputer dihidupkan pengguna diberikan pilihan sistem operasi manakah yang akan dijalankan) selama pemasangan.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Daftar Isi
- Persiapan Instalasi
- Menggunakan LiveCD
- Memulai Instalasi
- Memilih Bahasa
- Persiapan Proses Instalasi
- Pilihan Instalasi dan Partisi
- Pembuatan Partisi
- Proses Instalasi Linux Mint
1. Persiapan Instalasi
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Instalasi Linux Mint dapat dilakukan menggunakan media cakram (CD/DVD) atau menggunakan media penyimpanan flash disk. Salah satu keuntungan Linux Mint dan umumnya sistem operasi Linux lain adalah fasilitas LiveCD,
dimana kita dapat mencoba sistem operasi yang akan digunakan terlebih
dahulu sebelum diinstall pada komputer. Dengan demikian, kita dapat
memastikan distro Linux yang akan digunakan cocok dengan perangkat keras
yang ada dan sesuai dengan kebutuhan kita.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Untuk melakukan instalasi, terlebih dahulu pembacaan awal device (Boot Device Priority) yang diatur pada BIOS harus di arahkan ke media yang digunakan.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Setelah proses pembacaan media instalasi selesai, kita akan dibawa ke halaman awal LiveCD Linux Mint.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
2. Menggunakan LiveCD
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Saat di LiveCD ini, kita dapat mencoba kemampuan Linux Mint tanpa harus menginstallnya ke dalam hard disk komputer. Dalam LiveCD
ini kita dapat melakukan pekerjaan kantor, browsing di Internet,
mendengarkan file audio atau memutar file multimedia, melakukan
pekerjaan desain grafis, bahkan melakukan pekerjaan sebagai
administrator atau pengelola jaringan. Itu semua dapat kita lakukan
layaknya kita sudah mengintall Linux Mint ke dalam hard disk.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Yang perlu kita ingat adalah, bahwa semua dokumen yang kita buat harus disimpan di media penyimpanan lain, karena media /home LiveCD bersifat sementara dan akan hilang jika komputer di-reboot.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
3. Memulai Instalasi
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Untuk melakukan installasi, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengklik ganda icon Install Linux Mint yang ada pada desktop Linux Mint.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
4. Memilih Bahasa
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Selanjutnya akan ditampilkan menu pilihan bahasa yang akan digunakan. Pilih bahasa yang akan digunakan dalam proses instalasi Linux Mint.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Jika komputer terhubung ke Internet, maka dibagian kanan layar akan keluar teks "You may wish to read the release notes or update this installer. Jika release notes diklik, maka kita akan dibawa ke halaman informasi terbaru rilis Linux Mint, sementara update this installer untuk memperbaharui proses instalasi dengan versi terbaru secara otomatis.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
5. Persiapan Proses Instalasi
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Untuk melanjutkan proses instalasi, tekan tombol Continue sehingga layar proses install akan berganti dengan informasi kapasitas hard disk yang dibutuhkan dan informasi apakah komputer terhubung ke jaringan Internet atau tidak.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Jika komputer terhubung ke jaringan Internet, sistem operasi Linux Mint dan aplikasi yang digunakan akan diperbaharui secara otomatis dalam proses instalasi. Jika tidak, maka file-file master yang ada dalam media instalasi (CD/DVD atau flash disk) yang akan digunakan. Proses update Linux Mint juga dapat dilakukan setelah proses instalasi selesai dilakukan.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
6. Pilihan Instalasi dan Partisi
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Setelah menekan tombol Continue,
selanjutnya akan ditampilkan jenis instalasi yang dapat kita pilih.
Dikarenakan tidak ada sistem operasi lain yang sudah terinstall pada hard disk
yang kita gunakan, hanya tersedia 2 (dua) pilihan yang dapat kita
gunakan. Jika sudah ada sistem operasi lain, maka pilihan yang tersedia
menjadi 3 (tiga) dimana tambahan pilihan tersebut adalah untuk melakukan
instalasi multi operating system.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Pilihan Erase disk and install Linux Mint akan menghapus seluruh partisi, sistem operasi, dan data yang ada dalam hard disk, kemudian menggantinya dengan partisi dan sistem operasi Linux Mint. Sementara pilihan Something Else digunakan untuk melakukan pembuatan partisi secara manual dan menentukan sendiri di partisi yang mana Linux Mint akan kita install.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Dalam proses installasi ini, jenis instalasi yang kita gunakan adalah Something Else
agar kita dapat menentukan sendiri berapa ukuran partisi yang
diperlukan. Selain itu, dengan opsi ini, kita dapat memisahkan letak
partisi sistem operasi Linux Mint dengan data atau dokumen kerja kita, sehingga mempermudah kita dalam melakukan instalasi ulang Linux Mint. Untuk instalasi Linux Mint 15 Olivia menggunakan fitur Logical Volume Manager (LVM) dapat dibaca dalam tutorial Panduan Install Linux Mint 15 Olivia Dengan Logical Volume Manager (LVM).
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
SUMBER : http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/ARTIKEL INSTALASI UBUNTU
Mengapa harus Linux Ubuntu? Karena Ubuntu adalah salah satu jenis Linux
yang saat ini banyak digunakan. Untuk dapat menggunakannya, maka
terlebih dahulu harus menginstalnya.
Langkah-langkah untuk menginstal Linux Ubuntu adalah sebagai berikut:
- Masukkan CD Master Linux Ubuntu.
- Setelah dibuka, maka jalankan file
*.iso dari CD tersebut, sehingga akan muncul tampilan konfirmasi bahasa
yang akan digunakan saat proses instalasi. Pilih salah satu bahasa yang
tersedia. Tampilannya seperti berikut:

Pilihan Bahasa saat Instal Ubuntu - Setelah memilih bahasa yang digunakan, maka akan muncul tampilan yang berisi beberapa opsi. Pilih Install Ubuntu untuk memulai proses instalasi. Namun jika ingin memperbaiki Linux yang sudah ada tetapi rusak maka pilih rescue a broken system.

Opsi Awal Instal Ubuntu - Setelah memilih install Ubuntu, maka akan ditampilkan pilihan bahasa sistem yang akan digunakan pada Ubuntu.

Memilih Bahasa Sistem Operasi Ubuntu - Kemudian pilih negara tempat kita berada. Karena kita berada di Indonesia, maka pilih other lalu pilih Asia, kemudian pilih Indonesia. Selanjutnya tekan enter.

Memilih Lokasi User Ubuntu - Setelah itu isikan konfigurasi lokal dengan memilih benua yang nantinya digunakan untuk mengatur zona waktu.

Mengatur Zona Waktu - Selanjutnya akan ditampilkan perintah untuk mengkonfigurasi keyboard. Klik yes untuk mengkonfigurasi keyboard atau no untuk melanjutkan proses instalasi.

Mengatur Keyboard - Pilih salah satu tipe keluaran keyboard
yang digunakan dalam komputer yang tersedia sesuai jenis komputer yang
digunakan lalu tekan enter.

Memilih Layout Keyboard - Kemudian komputer akan memproses
pilihan yang telah dipilih. Setelah itu kita akan diminta untuk
mengisikan alamat server, gunanya untuk menentukan alamat server dari
Networks OS Linux kita nantinya. Langkah ini boleh dilewati. Pilih continue untuk melanjutkan proses.

Mengisi Nama Server - Selanjutnya akan muncul tampilan untuk
mengisi hostname yaitu nama tunggal sebagai identitas komputer saat
terhubung dengan jaringan. Secara default sudah terisi dengan nama Ubuntu, namun kita dapat mengubahnya sesuai keinginan. Jika tidak ingin diubah, maka pilih continue untuk lanjut ke tahap instalasi selanjutnya.

Memberi Nama pada Host-Name - Langkah selanjutnya adalah memilih
daerah yang akan digunakan sebagai patokan waktu yang digunakan. Karena
kita memilih Indonesia sebagai lokasi kita, maka akan muncul beberapa
zona waktu yang ada di Indonesia. Pilih salah, di sini kami memilih
Jakarta (GMT +7) sebagai zona waktu, lalu tekan enter.

Mengatur Zona Waktu untuk Jam - Selanjutnya akan ditampilkan pilihan untuk proses pembagian harddisk. Agar proses partisi sesuai yang kita harapkan, maka pilih metode partisi manual.

Mengatur Partisi Harddisk - Untuk memulai proses partisi, maka pilih harddisk, lalu tekan enter.

Memilih Harddisk yang akan Dipartisi - Kemudian akan muncul pertanyaan untuk membuat partisi baru atau tidak. Pilih yes, maka akan muncul besar memori yang ada pada harddisk (tertulis free space). Tekan enter untuk memulai proses partisi.

Ruang Kosong Harddisk yang Siap untuk Dipartisi - Setelah menekan enter, maka akan muncul tampilan yang menanyakan tentang penggunaan memori yang ada. Pilih creat a new partition agar dapat menentukan besaran direktori yang nantinya digunakan. Untuk membuat partisi otomatis pilih automatically partition the free space dan pilihan show cylinder/had/sector information untuk menampilkan informasi harddisk yang akan dipartisi.

Opsi saat Partisi Harddisk - Kemudian akan muncul tampilan yang mana
disana kita disuruh untuk menentukan besar memori yang akan digunakan
digunakan, apakah semuanya atau sesuai keinginan kita. Ketikkan besar
yang akan digunakan, setelah itu pilih continue.

Menentukan Ukuran Besar Partisi - Tampilan selanjutnya akan menampilkan pilihan tipe dari partisi, apakah Primary (biasanya file system dan file lokal) atau Logical (biasanya untuk file penambahan RAM). Pilih Primary, lalu akan ditampilkan pernyataan untuk memulai proses partisi. Pilih Beginning untuk menggunakan ruang bebas yang awal atau end untuk
ruang bebas yang akhir, sehingga akan muncul tampilan seperti berikut,
lalu tekan enter. Maka akan muncul pengaturan untuk partisi yang akan
dibuat.

Menetukan Lokasi Partisi Baru 
Menetukan Tipe Partisi Baru
Dari detail partisi di atas kita dapat melihat beberapa pengaturan dari partisi yang baru saja kita buat, yakni seperti use as (harddisk yang dipakai untuk partisi), Mount point (titik lokasi partisi dapat harddisk), mount options (pengaturan titik lokasi partisi), label (penamaan partisi), reserved blocks (penyediaan kapasitas tambahan yang diambil dari blok), typical usage (tipe kegunaan partisi), bootable flag (pedeteksian partisi saat komputer mulai booting), copy data from another partition (menyalin pengaturan partisi yang sudah ada), delete the partition (menghapus partisi yang baru saja dibuat), done setting up the partition (menyelesaikan pengaturan partisi). Jika semua pengaturan sudah tepat, pilih done setting up the partition, lalu tekan enter maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Partisi baru akan muncul di bawah nama harddisknya dan ruang kosong yang bisa dibuat drive lagi akan muncul di bawah partisi baru tadi.
Detail dari Partisi Baru 
Paritisi Baru telah Dibuat - Disana terdapat memori bebas sebesar
sisa (tertera 30 GB) dari memori yang digunakan (tertera 27.7 GB) untuk
home seperti yang sudah dilakukan di atas. Lakukan kembali ke proses
partisi untuk mempartisi sisa memori yang bebas, namun sisakan memori
yang ada untuk swap. Memori ini nanti digunakan saat RAM yang ada
sudah penuh, maka memori ini akan menampung sisa dari proses yang ada
pada RAM (memori akan berfungsi sebagai RAM cadangan). Berikan nama swap
pada partisi dengan menekan enter pada memori yang akan digunakan untuk
swap, maka akan muncul tampilan seperti berikut.

Membuat Memori Swap (RAM Cadangan) - Pilih Enter manually kemudian isikan swap, klik continue maka nama partisi tersebut akan berubah menjadi swap seperti yang terlihat di screenshot berikut ini. Selanjutnya pilih Done setting up the partition.

Menyelesaikan Pembuatan Memori Swap - Semua memori pada harddisk telah terpartisi, lalu pilih Finish partitioning and write change to disk untuk menyelesaikan pembagian Drive (partisi) di harddisk.

Menyelesaikan Partisi Harddisk - Tampilan selanjutnya akan menanyakan
kepada kita untuk kembali ke proses partisi atau tidak dan menampilkan
hasil partisi harddisk. Pilih No, maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah, lalu klik yes, maka komputer akan melakukan instalasi sistem.

Detail Harddisk yang Sudah Dipartisi - Setelah proses instalasi sistem
selesai, maka kita disuruh untuk mengisikan nama lengkap untuk pengguna
baru. Setelah selesai mengetikkan nama lengkap lalu klik continue,
sehingga muncul tampilan untuk mengisikan nama akun. Ketikkan nama akun
lalu klik continue.

Menentukan Nama Pengguna

Menentukan Nama Pengguna untuk Akun - Selanjutnya kita disuruh mengisikan
password untuk masuk ke OS kita nantinya dan mengisikan kembali password
yang sama untuk memastikan password yang dimasukkan sesuai kehendak.

Menentukan Password User - Selanjutnya akan muncul pertanyaan apakah home directory kita akan dienkripsi atau tidak. Pilih Yes untuk mengamankan direktori atau no untuk lanjut ke pengaturan berikutnya.

Mengatur Enkripsi Direktori Home - Selanjutnya kita disuruh untuk
mengisikan proksi, isikan proksi jika anda menggunakan HTTP Proxy untuk
menjelajah di internet. Lewati langkah ini jika kita tidak ingin
mengisikan proksi dengan memilih continue.

Menentukan Proxy - Lalu kita disuruh untuk menginstal GRUB Boot Loader yang fungsinya untuk mengantisipasi perubahan dari master boot record jika booting instalasi gagal dilakukan karena adanya OS selain Linux Ubuntu. GRUB Boot Loader biasanya muncul karena kita menggunakan OS tunggal yakni Linux Ubuntu. GRUB Boot Loader dapat diatur manual setelah selesai instalasi.

Pilihan untuk Menginstal GRUB Boot Loader - Setelah semua pengaturan selesai dilakukan, maka komputer akan melakukan instalasi software bawaan Ubuntu termasuk GRUB boot loader. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi selesai. Setelah proses instalasi selesai, maka Ubuntu akan melakukan booting.

Tampilan Booting Awal Ubuntu - Setelah proses booting selesai, akan muncul tampilan seperti gambar dibawah. Isikan password lalu tekan enter.

Tampilan Login Ubuntu - Inilah tampilan desktop Linux Ubuntu.

Tampilan Desktop Ubuntu
ALAMAT : http://siskomtek.blogspot.com/2014/02/cara-instal-linux-ubuntu-lengkap.html
ARTIKEL INSTALASI DEBIAN
Cara Menginstal
Disini Menjelaskan Cara Menginstal Apapun Beserta Gambarnya Dari Berbagai Sumber
Disini Menjelaskan Cara Menginstal Apapun Beserta Gambarnya Dari Berbagai Sumber












































Tidak ada komentar:
Posting Komentar