Sabtu, 24 Januari 2015

TUGAS OPERASI SISTEM

ARTIKEL INSTALASI LINUX
Linux Mint merupakan salah satu pilihan terbaik bagi pemula yang ingin beralih dari sistem operasi Windows. Linux Mint juga dirancang untuk dapat dipasang bersama sistem operasi lain dan dapat secara otomatis mengatur sebuah lingkungan "dual boot" atau "multi boot" (sehingga ketika komputer dihidupkan pengguna diberikan pilihan sistem operasi manakah yang akan dijalankan) selama pemasangan.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Gufron Rajo Kaciak

Daftar Isi

  1. Persiapan Instalasi
  2. Menggunakan LiveCD
  3. Memulai Instalasi
  4. Memilih Bahasa
  5. Persiapan Proses Instalasi
  6. Pilihan Instalasi dan Partisi
  7. Pembuatan Partisi
  8. Proses Instalasi Linux Mint

1. Persiapan Instalasi

Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Instalasi Linux Mint dapat dilakukan menggunakan media cakram (CD/DVD) atau menggunakan media penyimpanan flash disk. Salah satu keuntungan Linux Mint dan umumnya sistem operasi Linux lain adalah fasilitas LiveCD, dimana kita dapat mencoba sistem operasi yang akan digunakan terlebih dahulu sebelum diinstall pada komputer. Dengan demikian, kita dapat memastikan distro Linux yang akan digunakan cocok dengan perangkat keras yang ada dan sesuai dengan kebutuhan kita.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Untuk melakukan instalasi, terlebih dahulu pembacaan awal device (Boot Device Priority) yang diatur pada BIOS harus di arahkan ke media yang digunakan.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Gufron Rajo Kaciak

Setelah proses pembacaan media instalasi selesai, kita akan dibawa ke halaman awal LiveCD Linux Mint.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Gufron Rajo Kaciak

2. Menggunakan LiveCD

Saat di LiveCD ini, kita dapat mencoba kemampuan Linux Mint tanpa harus menginstallnya ke dalam hard disk komputer. Dalam LiveCD ini kita dapat melakukan pekerjaan kantor, browsing di Internet, mendengarkan file audio atau memutar file multimedia, melakukan pekerjaan desain grafis, bahkan melakukan pekerjaan sebagai administrator atau pengelola jaringan. Itu semua dapat kita lakukan layaknya kita sudah mengintall Linux Mint ke dalam hard disk.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Gufron Rajo Kaciak

Yang perlu kita ingat adalah, bahwa semua dokumen yang kita buat harus disimpan di media penyimpanan lain, karena media /home LiveCD bersifat sementara dan akan hilang jika komputer di-reboot.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/

3. Memulai Instalasi

Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Untuk melakukan installasi, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengklik ganda icon Install Linux Mint yang ada pada desktop Linux Mint.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Gufron Rajo Kaciak

4. Memilih Bahasa

Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Selanjutnya akan ditampilkan menu pilihan bahasa yang akan digunakan. Pilih bahasa yang akan digunakan dalam proses instalasi Linux Mint.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Gufron Rajo Kaciak

Jika komputer terhubung ke Internet, maka dibagian kanan layar akan keluar teks "You may wish to read the release notes or update this installer. Jika release notes diklik, maka kita akan dibawa ke halaman informasi terbaru rilis Linux Mint, sementara update this installer untuk memperbaharui proses instalasi dengan versi terbaru secara otomatis.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Gufron Rajo Kaciak

5. Persiapan Proses Instalasi

Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Untuk melanjutkan proses instalasi, tekan tombol Continue sehingga layar proses install akan berganti dengan informasi kapasitas hard disk yang dibutuhkan dan informasi apakah komputer terhubung ke jaringan Internet atau tidak.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Gufron Rajo Kaciak

Jika komputer terhubung ke jaringan Internet, sistem operasi Linux Mint dan aplikasi yang digunakan akan diperbaharui secara otomatis dalam proses instalasi. Jika tidak, maka file-file master yang ada dalam media instalasi (CD/DVD atau flash disk) yang akan digunakan. Proses update Linux Mint juga dapat dilakukan setelah proses instalasi selesai dilakukan.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Gufron Rajo Kaciak

6. Pilihan Instalasi dan Partisi

Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Setelah menekan tombol Continue, selanjutnya akan ditampilkan jenis instalasi yang dapat kita pilih. Dikarenakan tidak ada sistem operasi lain yang sudah terinstall pada hard disk yang kita gunakan, hanya tersedia 2 (dua) pilihan yang dapat kita gunakan. Jika sudah ada sistem operasi lain, maka pilihan yang tersedia menjadi 3 (tiga) dimana tambahan pilihan tersebut adalah untuk melakukan instalasi multi operating system.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Gufron Rajo Kaciak

Pilihan Erase disk and install Linux Mint akan menghapus seluruh partisi, sistem operasi, dan data yang ada dalam hard disk, kemudian menggantinya dengan partisi dan sistem operasi Linux Mint. Sementara pilihan Something Else digunakan untuk melakukan pembuatan partisi secara manual dan menentukan sendiri di partisi yang mana Linux Mint akan kita install.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Dalam proses installasi ini, jenis instalasi yang kita gunakan adalah Something Else agar kita dapat menentukan sendiri berapa ukuran partisi yang diperlukan. Selain itu, dengan opsi ini, kita dapat memisahkan letak partisi sistem operasi Linux Mint dengan data atau dokumen kerja kita, sehingga mempermudah kita dalam melakukan instalasi ulang Linux Mint. Untuk instalasi Linux Mint 15 Olivia menggunakan fitur Logical Volume Manager (LVM) dapat dibaca dalam tutorial Panduan Install Linux Mint 15 Olivia Dengan Logical Volume Manager (LVM).
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
Gufron Rajo Kaciak
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Cara Install Linux Mint 15 Olivia: http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/
SUMBER : http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-linux-mint-15-olivia/17/

 ARTIKEL INSTALASI UBUNTU

Jika kemarin kita sudah membaca artikel tentang apa itu Sistem Operasi dan Terminal Linux, kali ini saya akan berbagi bagaimana cara instal Linux Ubuntu lengkap agar sistem operasi ini dapat berjalan dengan baik di depan komputer. Memang jika mengistal Ubuntu banyak yang mengalami kesulitan lantaran banyak konfigurasi yang harus dilakukan.
Mengapa harus Linux Ubuntu? Karena Ubuntu adalah salah satu jenis Linux yang saat ini banyak digunakan. Untuk dapat menggunakannya, maka terlebih dahulu harus menginstalnya. 
Langkah-langkah untuk menginstal Linux Ubuntu adalah sebagai berikut:
  1. Masukkan CD Master Linux Ubuntu.
  2. Setelah dibuka, maka jalankan file *.iso dari CD tersebut, sehingga akan muncul tampilan konfirmasi bahasa yang akan digunakan saat proses instalasi. Pilih salah satu bahasa yang tersedia. Tampilannya seperti berikut:
    Pilihan Bahasa saat Instal Ubuntu
  3. Setelah memilih bahasa yang digunakan, maka akan muncul tampilan yang berisi beberapa opsi. Pilih Install Ubuntu untuk memulai proses instalasi. Namun jika ingin memperbaiki Linux yang sudah ada tetapi rusak maka pilih rescue a broken system.
    Opsi Awal Instal Ubuntu
  4. Setelah memilih install Ubuntu, maka akan ditampilkan pilihan bahasa sistem yang akan digunakan pada Ubuntu.
    Memilih Bahasa Sistem Operasi Ubuntu
  5. Kemudian pilih negara tempat kita berada. Karena kita berada di Indonesia, maka pilih other lalu pilih Asia, kemudian pilih Indonesia. Selanjutnya tekan enter.
    Memilih Lokasi User Ubuntu
  6. Setelah itu isikan konfigurasi lokal dengan memilih benua yang nantinya digunakan untuk mengatur zona waktu.
    Mengatur Zona Waktu
  7. Selanjutnya akan ditampilkan perintah untuk mengkonfigurasi keyboard. Klik yes untuk mengkonfigurasi keyboard atau no untuk melanjutkan proses instalasi.
    Mengatur Keyboard
  8. Pilih salah satu tipe keluaran keyboard yang digunakan dalam komputer yang tersedia sesuai jenis komputer yang digunakan lalu tekan enter.
    Memilih Layout Keyboard
  9. Kemudian komputer akan memproses pilihan yang telah dipilih. Setelah itu kita akan diminta untuk mengisikan alamat server, gunanya untuk menentukan alamat server dari Networks OS Linux kita nantinya. Langkah ini boleh dilewati. Pilih continue untuk melanjutkan proses.
    Mengisi Nama Server
  10. Selanjutnya akan muncul tampilan untuk mengisi hostname yaitu nama tunggal sebagai identitas komputer saat terhubung dengan jaringan. Secara default sudah terisi dengan nama Ubuntu, namun kita dapat mengubahnya sesuai keinginan. Jika tidak ingin diubah, maka pilih continue untuk lanjut ke tahap instalasi selanjutnya.
    Memberi Nama pada Host-Name
  11. Langkah selanjutnya adalah memilih daerah yang akan digunakan sebagai patokan waktu yang digunakan. Karena kita memilih Indonesia sebagai lokasi kita, maka akan muncul beberapa zona waktu yang ada di Indonesia. Pilih salah, di sini kami memilih Jakarta (GMT +7) sebagai zona waktu, lalu tekan enter.
    Mengatur Zona Waktu untuk Jam
  12. Selanjutnya akan ditampilkan pilihan untuk proses pembagian harddisk. Agar proses partisi sesuai yang kita harapkan, maka pilih metode partisi manual.
    Mengatur Partisi Harddisk
  13. Untuk memulai proses partisi, maka pilih harddisk, lalu tekan enter.
    Memilih Harddisk yang akan Dipartisi
  14. Kemudian akan muncul pertanyaan untuk membuat partisi baru atau tidak. Pilih yes, maka akan muncul besar memori yang ada pada harddisk (tertulis free space). Tekan enter untuk memulai proses partisi.
    Ruang Kosong Harddisk yang Siap untuk Dipartisi
  15. Setelah menekan enter, maka akan muncul tampilan yang menanyakan tentang penggunaan memori yang ada. Pilih creat a new partition agar dapat menentukan besaran direktori yang nantinya digunakan. Untuk membuat partisi otomatis pilih automatically partition the free space dan pilihan show cylinder/had/sector information untuk menampilkan informasi harddisk yang akan dipartisi.
    Opsi saat Partisi Harddisk
  16. Kemudian akan muncul tampilan yang mana disana kita disuruh untuk menentukan besar memori yang akan digunakan digunakan, apakah semuanya atau sesuai keinginan kita. Ketikkan besar yang akan digunakan, setelah itu pilih continue.
    Menentukan Ukuran Besar Partisi
  17. Tampilan selanjutnya akan menampilkan pilihan tipe dari partisi, apakah Primary (biasanya file system dan file lokal) atau Logical (biasanya untuk file penambahan RAM). Pilih Primary, lalu akan ditampilkan pernyataan untuk memulai proses partisi. Pilih Beginning untuk menggunakan ruang bebas yang awal atau end untuk ruang bebas yang akhir, sehingga akan muncul tampilan seperti berikut, lalu tekan enter. Maka akan muncul pengaturan untuk partisi yang akan dibuat.
    Menetukan Lokasi Partisi Baru
    Menetukan Tipe Partisi Baru
    Detail dari Partisi Baru
    Dari detail partisi di atas kita dapat melihat beberapa pengaturan dari partisi yang baru saja kita buat, yakni seperti use as (harddisk yang dipakai untuk partisi), Mount point (titik lokasi partisi dapat harddisk), mount options (pengaturan titik lokasi partisi), label (penamaan partisi), reserved blocks (penyediaan kapasitas tambahan yang diambil dari blok), typical usage (tipe kegunaan partisi), bootable flag (pedeteksian partisi saat komputer mulai booting), copy data from another partition (menyalin pengaturan partisi yang sudah ada), delete the partition (menghapus partisi yang baru saja dibuat), done setting up the partition (menyelesaikan pengaturan partisi). Jika semua pengaturan sudah tepat, pilih done setting up the partition, lalu tekan enter maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Partisi baru akan muncul di bawah nama harddisknya dan ruang kosong yang bisa dibuat drive lagi akan muncul di bawah partisi baru tadi.
    Paritisi Baru telah Dibuat
  18. Disana terdapat memori bebas sebesar sisa (tertera 30 GB) dari memori yang digunakan (tertera 27.7 GB) untuk home seperti yang sudah dilakukan di atas. Lakukan kembali ke proses partisi untuk mempartisi sisa memori yang bebas, namun sisakan memori yang ada untuk swap. Memori ini nanti digunakan saat RAM yang ada sudah penuh, maka memori ini akan menampung sisa dari proses yang ada pada RAM (memori akan berfungsi sebagai RAM cadangan). Berikan nama swap pada partisi dengan menekan enter pada memori yang akan digunakan untuk swap, maka akan muncul tampilan seperti berikut.
    Membuat Memori Swap (RAM Cadangan)
  19. Pilih Enter manually kemudian isikan swap, klik continue maka nama partisi tersebut akan berubah menjadi swap seperti yang terlihat di screenshot berikut ini. Selanjutnya pilih Done setting up the partition.
    Menyelesaikan Pembuatan Memori Swap
  20. Semua memori pada harddisk telah terpartisi, lalu pilih Finish partitioning and write change to disk untuk menyelesaikan pembagian Drive (partisi) di harddisk.
    Menyelesaikan Partisi Harddisk
  21. Tampilan selanjutnya akan menanyakan kepada kita untuk kembali ke proses partisi atau tidak dan menampilkan hasil partisi harddisk. Pilih No, maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah, lalu klik yes, maka komputer akan melakukan instalasi sistem.
    Detail Harddisk yang Sudah Dipartisi
  22. Setelah proses instalasi sistem selesai, maka kita disuruh untuk mengisikan nama lengkap untuk pengguna baru. Setelah selesai mengetikkan nama lengkap lalu klik continue, sehingga muncul tampilan untuk mengisikan nama akun. Ketikkan nama akun lalu klik continue.
    Menentukan Nama Pengguna

    Menentukan Nama Pengguna untuk Akun
  23. Selanjutnya kita disuruh mengisikan password untuk masuk ke OS kita nantinya dan mengisikan kembali password yang sama untuk memastikan password yang dimasukkan sesuai kehendak.
    Menentukan Password User
  24. Selanjutnya akan muncul pertanyaan apakah home directory kita akan dienkripsi atau tidak. Pilih Yes untuk mengamankan direktori atau no untuk lanjut ke pengaturan berikutnya.
    Mengatur Enkripsi Direktori Home
  25. Selanjutnya kita disuruh untuk mengisikan proksi, isikan proksi jika anda menggunakan HTTP Proxy untuk menjelajah di internet. Lewati langkah ini jika kita tidak ingin mengisikan proksi dengan memilih continue.
    Menentukan Proxy
  26. Lalu kita disuruh untuk menginstal GRUB Boot Loader yang fungsinya untuk mengantisipasi perubahan dari master boot record jika booting instalasi gagal dilakukan karena adanya OS selain Linux Ubuntu. GRUB Boot Loader biasanya muncul karena kita menggunakan OS tunggal yakni Linux Ubuntu. GRUB Boot Loader dapat diatur manual setelah selesai instalasi.
    Pilihan untuk Menginstal GRUB Boot Loader
  27. Setelah semua pengaturan selesai dilakukan, maka komputer akan melakukan instalasi software bawaan Ubuntu termasuk GRUB boot loader. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi selesai. Setelah proses instalasi selesai, maka Ubuntu akan melakukan booting.
    Tampilan Booting Awal Ubuntu
  28. Setelah proses booting selesai, akan muncul tampilan seperti gambar dibawah. Isikan password lalu tekan enter.
    Tampilan Login Ubuntu
  29. Inilah tampilan desktop Linux Ubuntu.
    Tampilan Desktop Ubuntu
Nah itulah cara instal Linux Ubuntu Lengkap, tentunya langkah-langkah di yang dilengkapi dengan gambar juga mampu memberi kemudahan bagi yang ingin menginstal Linux Ubuntu. Karena ini blog baru, jadi  mohon bantuannya untuk share jika artikel ini bermanfaat, kemudian artikel ini akan saya lanjutkan bagaimana cara menginstal Windows 7 lengkap dengan gambar sebagai sistem operasi yang paling populer di dunia. Semoga bermanfaat dan keep coding
ALAMAT :  http://siskomtek.blogspot.com/2014/02/cara-instal-linux-ubuntu-lengkap.html

ARTIKEL  INSTALASI DEBIAN

Cara Menginstal

Disini Menjelaskan Cara Menginstal Apapun Beserta Gambarnya Dari Berbagai Sumber

Cara Instal Linux Debian 4 Lengkap Dengan Gambar 2013



Cara Menginstall Linux Debian 4

Siapkan CD Debian 4.
Berikut langkah-langkahnya :
1. Masukkan CD yang di dalamnya ada Linux Debian 4, kemudian atur BIOSnya tekan tombol del atau F2. Atur booting bios dengan CD-ROM sebagai boot pertama dan Hardisk pada boot ke-2 seperti pada gambar dibawah. Sesudah mengatur BIOS tekan F10 untuk menyimpan lalu tekan enter pada 'Yes'.
Cara Menginstall Linux Debian 4
2. Setelah komputer merestart, Komputer akan booting otomatis Linux Debian. Seperti gambar dibawah.
3. Tekan Enter untuk boot.
4. Pilih Bahasa
Cara Menginstall Linux Debian 4
5. Pilih Area
6. Pilih Keyboard Layout
7. Proses Detecting Hardware
8. Proses scanning cd-rom
9. Proses additional component
10. Konfigurasi Network tekan Enter pada cancel untuk static.
11. Pilih Continue
12. Pilih Konfigurasi Network Manual.
13. Isi Ip address misal : 192.168.21.1
14. Isi Netmask misal : /24 = 255.255.255.0
15. Isi Gateway (Gatway internet)
16. Isi Name Server addresses (IP DNS Server/Internet)
17. Isi Hostname dengan nama terserah anda.
18. Domai Name isi dengan domain yang anda buat untuk dns.
19. Proses Partisi pilih Guided - use entire disk untuk otomatis partisi. Dan Manual untuk meng-set partisi sendiri.
20. Karena Saya install pilih otomatis langsung pilih harddisk yang akan di partisi.
21. Kemudian pilih ALL files in one partition
22. Selesai pilih Finish partitioning
23. Write the changes to disk? Pilih Yes.
24. Proses formating
25. Time zone silahkan pilih kawasan daerah anda. Misal Indonesia pilih pacific.
26. Isi root password
27. Isi kembali root password harus sama dengan yang pertama tadi.
28. Isi user dengan nama terserah anda.
29. Isi username untuk user yang anda buat tadi.
30. Isi password untuk user.
31. Ulang kebali isi password untuk user.
32. Proses Installing base system.
33. Package manager. Use a network mirror? Pilih No.
34. Muncul gambar seperti dibawah jangan takut. Pilih continue.
35. Menu installasi pilih Select and Install Software untuk menginstall paket software.
36. Particepate in the package usage servey? Pilih No.
37. Silahkan pilih paket yang di install yang penting harus ada standart system.
38. Proses installing paket.
39. Installing GRUB boot loader pilih Yes.
40. Proses Installing GRUB boot loader.
41. Installing Complete. Pilih finish.
42. Komputer akan merestart. Kemudian akan tampil boot loader seperti dibawah. Tekan Enter atau biarkan otomatis.
43. Kemudian Coba Login menggunakan user atau root.

43. Kemudian Kembalikan Boot ke HDD / Hardisk
ALAMAT :  http://bsy-instal.blogspot.com/2013/03/cara-instal-linux-debian-4-lengkap_22.html

ARTIKEL INSTALASI OPENSUSE 

Pertama masukan CD ke CD /  DVD ROM , lalu boot dari CD openSuse.

Di sini kamu bisa memilih Keyboard layout sesuai kebutuhan mu ,, terus Klik Next
Sedang menganalisis hardware dan membangun cache repositori software, jadi bisa di tunggu sambil minum kopi
Klik " New Instalation " , ingat jangan salah pilih
Nah kalau ini memilih waktu dimana kamu berada, klik " Next " ya jangan lupa
Kami pilih Other > Minimal Server Selection (Text Mode) di sini karena kami ingin menginstal sebuah server tanpa X-Window desktop. Sistem X-Window tidak perlu untuk menjalankan server dan akan memperlambat sistem. Kami akan melakukan semua tugas-tugas administrasi pada shell atau melalui koneksi SSH, misalnya melalui Putty dari remote desktop.
Klik pada Pengaturan Partisi untuk mengubah partisi yang diusulkan. Karena ini adalah setup server, kita membutuhkan partisi besar /srv bukan partisi /home
Pilih / dev/sda3 dan klik Edit
Mengubah Mount Point ke /srv dan klik Finish:
Setelah capek mengkonfigurasi akhirnya kita hanya butuh kilik " accept " untuk menuju langkah berikutnya
" Next " ya biar gak kelamaan
Nah kalau langkah ini pasti udah pada tau, yach mengini user dan password automatic login, klik " Next "
Scroll ke bawah ke bagian Firewall dan SSH dan mengaktifkan SSH kemudian menonaktifkan firewall (ISPConfig 3 dengan firewall):

" Instal "  untuk memulai proses instalasi
Confrim untuk melalukan instalasi. hahahaha pakai bahasa inggris dikit biar kelihatan keren
Format Installer hard disk, menginstal paket perangkat lunak dan mempersiapkan konfigurasi sistem untuk boot pertama
Setelah instalasi selesai maka akan restart sendiri, jadi jangan kaget ya
Konfigurasi otomatis dimulai tepat setelah sistem telah reboot

Nanti komputer akan boot kembali, dan silahkan masuk dengan user name dan password yang telah kamu konfigurasi tadi!! Oke selamat menggunakan openSuse Server 12.2
ALAMAT :  http://fickybrother.blogspot.com/2013/04/cara-instal-opensuse-122-x8664.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar